Rabu, 30 Oktober 2013

Chapter 3

“Gak ada kuliah tau!”. Sapa orang dibelakangku. Begitu aku mendapati kelas tidak ada penghuninya.
“Dika!”. Sebalku. “Bikin kaget ajah”.
“Gak ada kuliah!”. Ulangnya. “Mending kita ke mall yuk! Sekalian ke toko buku”. Ajaknya.
“Yuk!”. Aku setuju. “Sekalian kita main ditempat biasa, aku mau ngumpulin tiket poinnya biar dapet jam beker beruang yang kemarin gw liat.”
“Haha! Masih penasaran yah!”.
“Ya iyalah! Ngarep banget gw”.
“Cabut!”. Perintahnya.
Bersama Dika aku bisa menjadi diri sendiri, entah mengapa aku lebih nyaman bersama dia.
Tanpa pandang waktu kita udek-udek mall di dekat kampus. Semua toko kita jelajahi tanpa membeli.
(Haha! Dasar mahasiswa bokek.)
Namanya juga mall, kan tempatnya cuci mata.
Tempat terakhir yang kita kunjungi adalah zona bermain ini. Banyak anak-anak berseragam sudah nongkrong disini. Mau jadi apa anak penerus bangsa ini, malah main di sini bukannya belajar.
(Kalau ngoreksi diri sendiri, jaman dulu juga kayak mereka sih. Haha!)
Semua permainan yang menghasilkan poin kami mainkan. Tanpa terasa selembar uang merah ludes juga.
“Akhirnya si beruang sudah berada di tangan raja kegelapan”. Senangku begitu menukarkan 1000 poin dengan jam beker beruang.
“Ada-ada aja loe”. Dika menjitakku.
“Hmm.. biarin ajah. Ntar, kalau gw udah tinggi, gw bales”. Keselku.
Dika hanya tertawa melihat tingkahku.
“Pokoknya loe harus nganterin gw,Dik!”. Ancamku. “Gw udah bokek gara-gara loe”.
“Hmmm… yang ngajakin ke sini kan loe sendiri, kenapa jadi gw tumbalnya”.
“Biarin! Kan loe yang ngajakin ke mall”.
“Haha! Ya udah deh gw anterin tapi ntar dikasih makan gratis yah”.
“Enak ajah!”.

NB: cerita ini hanya fiktif belaka
(menerima kritik dan saran yang membangun)
*terima kasih sudah membaca*


Artikel Terkait: Cerita Sebelumnya          Cerita Selanjutnya


Promo : mau Punya Penghasilan hanya Bermodal 49.900 dan media Online 
              

Tidak ada komentar:

Posting Komentar