Selasa, 20 Februari 2018

Chapter 7

Inbox> from: Sashy-baby
Dik! Loe kenapa boong ma w?
Tadi ad kul,kan?
Dik! Maaf kita kayaknya gak bisa jalan-jalan kayak dulu lagi.
W dah terlanjur janji ma Rio.
Maaf ya,Dik!
Loe emang temen W paling baik.
Tolong jangan main sama w lagi.
Thanks.
Perasaan ini pedih sekali, begitu menyadari tidak akan ada Dika lagi yang gangguin, yang ngomelin, yang ngebohongin. Gak akan ada lagi bersama Dika.
Kenapa hidupku kayak begini. Seperti di penjara ajah.
Inbox> From: Dik_do2L
Ini keputusan kamu,sas??
Inbox> from: Sashy-baby
Iya,dik. Aku udah gak mau nyakitin di a lagi.
Kalau kita main bareng lagi, itu malah bikin dia sedih.
Sorry ya,dik.
Inbox> From: Dik_do2L
Okeh! Kalo itu keputusan loe.
Tapi gw minta satu permintaan.
Loe mau kan jalan sama gw untuk terakhir kalinya.
Hanya sekali dan terakhir.
Inbox> from: Sashy-baby
Ok! Kpn?
Inbox> From: Dik_do2L
Minggu. 5 subuh. Di Halte biasa.
NB: cerita ini hanya fiktif belaka.
(terima kritik dan saran yang membangun)
*terima kasih sudah membaca*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar